OLAHRAGA DAN NORMA

•Januari 6, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

TUGAS SOSIOLOGI OLAHRAGA
OLAHRAGA DAN NORMA

Oleh
Afristian ismadraga
07601241059

Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Yogyaakarta
2009

A. PENGERTIAN OLAHRAGA DAN NORMA
Kata olah raga adalah kata yang tidak asing dalam telinga kita, kata ini bisa diartikan dalam berbagai arti misalnya :
”olahraga adalah Olahraga mencakup segala kegiatan manusia yang ditujukan untuk melaksanakan misi hidupnya dan cita-cita hidupnya, cita-cita nasional politik, sosial, ekonomi, kultural dan sebagainya”(Menpora Maladi)
“Pengertian olahraga adalah suatu bentuk kegiatan jasmani yang terdapat di dalam permainan, perlombaan dan kegiatan intensif dalam rangka memperoleh relevansi kemenangan dan prestasi optimal.”( Aip Syarifuddin, Belajar Aktif Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SMP, Jakarta, Grasindo. 1990) ada lagi Menurut Cholik Mutohir olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.
Olahraga sejak zaman dulu slalu dijadikan alat yang paling efektik untuk menyampaikan pesan perdamaian dan alat untuk meningkatkan martabat suatu Negara dimata internasional. Jadi sekarnag ini masing –masing Negara berusaha meningkatkan kwatilas olahraganya agar nantinya bsa dijadikan media promosi Negara.
Berbicara tentang norma kita selalu beranggapan bahwa norma adalah pedoman dan pengatur dasar kehidupan seseorang dalam bermasyarakat untuk mewujudkan kehidupan antara manusia yang aman, tentram dan sejahtera. Dalam masyarakat sendiri norma terdiri dari 4 macamnorma yaitu :
1. norma sopan santun
2. norma agama
3. norma kesusilaan
4. norma hokum
dalam norma ini diatur berbagai tingkah laku kita terhadap linkungan sekitar yang bertujuan untuk menyamakan pandangan dan membatasi tingkah laku manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

B. DAMPAK NEGATIF NORMA UNTUK OLAHRAGA
Dalam dunia olahraga kebugaran jasmani adalah hal yang harus dimiliki pada setiap orang yang melakukan aktifitas. Karena dengan bugar kita dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan lancar dan efisien. Oleh karena itu dari usia dinipun kebugaran jasmani harus dipelihara. Kebugaran jasman anak merupakan sesuatu yang harus didapat dari segala aktifitas yang dilakukan. Karena dalam masa inilah semua perkembangan berlangsung dengan cepat dari fisiologis maupun fisik. Dengan memperoleh kebugaran otomatis segala aktifitas yang lain juga bisa dilaksanakan dengan baik.
Namun dalam kenyataanya khususnya anak-anak, kadang kebugaran jasmani tidak bisa di dapat dengan efisien. Karena sebagian besar anak mendapatkan pendidikan yang bisa meningkatkan kebugaran jasmani hanya disekolah dan aktifitas gerak yang dilakukan anak pada waktu beraktifitas. Jika anak tersebut cm mendapatkan pendidikan itu 1 kali dalam satu minggu sangat tidak mungkin kesegaran jasmani akan didapat. Jadi kesegaran jasmani tersebut harus didapat dari kegiatan diluar pembelajaran di sekolah, misalnya ikut club, atau persatuan olahraga yang membina suatu cabang olahraga. Namun jika anak tersebut tidak mengikuti aktifitas tersebut biasanya kebugaran jasmani didapatkan si anak dari aktifitas bermain misalnya lari-larian, kejar-kejaran, main panjat pohon, main laying-layang, dll.
Namun dalam masyarakat, khususnya masyarakat jawa aktifitas tersebut kadang terhalangi oleh norma yang berlaku dalam masyarakat, misalnya main kejar-kejaran, anak kecil khususnya perempuan dalam masyrakat jawa sering dilarang dan dijadikan aftifitas tersebut kurang sopan untuk dilakukan. Dalam hal ini akan menjadi masalah jika setiap maktifitas yang harusnya mendukung peningkatan kebugaran jasmani dilarang karena adanya norma yang membatasi aktifitas tersebut. Jika semua orang tuamasih berpegangan teguh pada aturan norma tersebut maka itu bisa menyebabkan si anak kurang beraktifitas dan itu menggangu sekali untuk kebugaran jasmani anak tersebut.

Tidak hanya itu , norma kadang juga menghambat perkembangan dunia olahraga yang bersingungan dengan norma agama dan norma sopan santun. Misalnya dalam cabang bola vili pantai, dalm permainan bola voli pantai tingkat nasional sampai internasional pemain khususnya perempuan diwajibkan untuk memakai seragamyang mirip dengan bikini. Karena dengan berpakaian mirip bikini tersebut dianggap pakaian tersebut cocok dan memiliki manfaat yang efisien karena mengingat permainan ini dilakukan dipasir. Ada yang menganaggap pakaian ini bisa mengurangi pasir yang yang menempel pada tubuh, yang nantinya bisa menggangu atlit saat bermain. Namun sekali lagi peraturan pakaian tersebut mendapat pertentangang dari norma khususnya norma agama. Dalam norma agama disebutkan bahwa perempuan tidak boleh memperlihatkan aurotnya di depan umum. Jadi sering kali olah raga ini mendapat hambatan yang keras oleh norma.

C. DAMPAK POSITIF NORMA UNTUK OLAHRAGA
Walaupun kadang menimbulkan hal yang kurang positif untuk dunia olahraga, tapi kadang norma juga bisa menguntungkan untuk dunia olahraga. Karena dengan norma yang selalu berlaku dari usia dini sampai dewasa, insane olahraga bisa bersikap jujur, menghargai, sopansantun, dan menaati aturan. Karena dalam norma-norma tersebut berisi tentang hal-hal yang mengatur hubungan antar individu dan lingkungan.
Jika norma tersebut sudah ditanamkan ndari masa usia dini maka secara tidak langsung anak tersebut sudah belajar hal-hal positif yang bisa diterapkan dalam dunia olahraga. Jadi norma yang berada dimasyarakat yaitu norma hukum, kesusilaan , kesopanan, dan norma agama dapat mendukung berjalannya aktifitas olahraga yang fair play. Khususnya dalam norma agama dan norma hukum dalam norma ini berisi aturan yang berasal dari kitap dan aturan yang dibuwat Negara yang sifatnya memaksa, jadi mau tidak mau aturan tersebut harus dilaksanakan.
Dalam norma ini bnyak sekali hal yang bisa diaplikasikan dalam dunia olahraga. Contohnya larangan menipu, jika norma ini sudah ada dalam insane olahraga maka yang namanya menipu lawan bertanting itu jarang dan mungkin tidak ada. Dan bagi seorang atlit tidak ada lagi yang memakai doping, karena dengan memakai doping sama saja membohongi orang lain dan diri sendiri. Dan perbuatan itu sangat dilarang dalam dunia olahraga, karena itu mencoreng dunia olahraga itu sendiri.

D. KESIMPULAN
Jadi jika bicara lebih jauh tentang pengaruh norma terhadap dunia olahraga norma kadang menyebabkan kemunduran olahraga, karena berbagai aturan yang berada dimasyarakat dan aturan tersebut sering kali mengurangai gerak indifidu, misalnya saja anak perempuan tidak boleh lari-larian. dan norma juga melarang pakaian olah raga yang sesuai, contohnya pkaian bola vili pantai.
Tapi norma juga tidak hanya menbawa pengaruh negative saja, norma juga membawa hal positif yang dapat di aplikasikan dalam dunia olahraga. Misalnya dalam norma mengatur dan mendidik untuk bersikap jujur, sportif, saling menghargai. Semu itu jika sudah tertanam dalam diri seseorang maka jika melakukan aktifitas olah raga seseorang tersebut akan bersikap demikian yaitu bersikap jujur, sportif, saling menghargai.

Daftar pustaka

Aip Syarifuddin, Belajar Aktif Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SMP, Jakarta, Grasindo. 1990

PENANGANAN CIDERA PATAH TULANG DAN DISLOKASI

•Januari 6, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

PATAH TULANG (FRAKTUR) dan DISLOKASI (TERKILIR)
* PATAH TULANG *

Defenisi.
Patah tulang adalah terputusnya kontinuitas tulang baik lengkap atau patah tulang
tidak lengkap. Pada setiap korban kecelakaan akibat benturan keras harus diperhatikan
apakah terjadi patah tulang, bila kita ragu anggap saja ada.

I. Jenis – jenis Patah Tulang menurut:
A. Hubungan Tulang yang Patah dengan udara luar, ada 2 jenis:
* Patah tulang TERBUKA. Yaitu patah tulang disertai kerusakan kulit diatasnya,
hingga bagian tulang yang patah berhubungan langsung dengan dunia luar.
Tulang yang patah bisa menonjol keluar kulit, tertarik kembali kedalam atau tetap
berada dibawah kulit.
* Patah tulang TERTUTUP. Yaitu patah tulang tanpa disertai kerusakan kulit
diatasnya.

B. Bentuk Garis Patahan, ada 5 jenis:
1. Transversal (Melintang)
2. Obliqua (Serong)
3. Spiral (Melingkar)
4. Comminuted (Remuk)
5. Compressi (Kompresi)

II. Tindakan P3K pada patah tulang
a. UMUM
1. Harus hati-hati, karena bila penanganannya tidak benar malah memperberat patah
tulangnya.
2. Jangan sekali-kali menggerakkan atau mengangkut korban sebelum bidai terpasang
3. Perhatikan kalau korban shock, atau perdarahan atasi dulu
4. Cegah terjadinya infeksi dengan menaburkan antiseptic
5. Tutup dengan kain kasa steril bila patah tulang terbuka
6. Pasang bidai
b. KHUSUS. . Pemasangan bidai pada tulang panjang diusahakan melewati 2
atau lebih persendian
(1). Fraktur tulang PAHA bagian ATAS

Sumber :

• World Health Organization 1998 (Alih bahasa: Monica Ester., S.Kp). PEDOMAN PERAWATAN PASIEN ( Nursing care of the sick: A guide for nurses working in small rural hospitals) . Jakarta : Kedokteran EGC

• http :emergency=perawatemergensi.blogspot.com…-P3K.html.htm

cara mengukur waktu reaksi gerak manusia

•Januari 6, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

WAKTU REAKSI

Waktu reaksi merupakan gerak yang disadari untuk menjawabsuatu rangsangan yang datang. Waktu reaksi adalah lama waktu yang digunakan untuk menjawab rangsangan setelah iya menerima rangsang. Waktu reaksi kira-kira 0,18 detik dan reaksi dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain : jenis kelamin, umur seseorang, jenis rangsangan, kondisi fisik, tingkat keterlatihan, dan intensitas perhatian serta konsentrasi. Percobaan ini bertujuan agar mahasiswa mampu melakukan pengukuran waktu reaksi dan memahami penggunaan waktu reaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Alat-alat :
1. penggaris 30 cm atau 60 cm
2. stopwacth sebanyak 3 buah
3. garpu tala 1 buah
4. alat peraga cahaya
Cara kerja :
1. orang coba disuruh duduk, tangan kanan diatas bibir meja. Jarak jari telunjuk dan ibi jari kurang lebih 2,5 cm. setelah orang coba siap, kemudian restor memegang penggaris serta memberi aba-aba siap. Seruh menangkap penggaris yang jatuh, awas jangan sampai orang coba melakukan antisipasi. Ulangi percobaan tersebut sebanyak 20 kali, dan catat hasilnya. Buanglah 5 datqa terbesar dan 5 data terkecit, sehingga didapatkan 10 data. Carilah rata-rata. Hitung sesuai dengan formula dibawah ini.
t= V 2 st/g
st= jarak rerata
g=grafitasi=10m/dt2
2. Rangsangan sentuhan
Orang coba memegang stop wacth ditangan kiri yang dijulurkan lurus diatas meja. Mata orang coba ditutup. Testor juga memegang stop wacth. Selanjutnya orang coba menghidupkan stopwacth bersamaan menyentuh orang coba. Orang coba diminta menghidupkan stopwacth jika mendapat sentuhan. Perbedaan antara waktu tekan testor dan orang coba merupakan waktu raeksi sederhana. Untuk mengukur waktu reaksi tersebut dengan stopwacth , maka orang coba menghentikan stopwacth bersamaan, sehingga perbedaan waktu dapat dibaca.
3. Rangsang suara
Dengan seperti cara no 2, tetapi pada percobaab kali ini yang akan diberikan adalah rangsangan suara. Oarang coba disuruh menghidupkan stop wacth bila iya mendengan garpu suara.
4. Rangsangan cahaya
Dengan seperti cara no 2, tetapi pada percobaan ini yang akan diberikan adalah rangsangan cahaya. Orang coba disuruh menghidupkan stopwacth setelah melihat cahaya baterai.

Contoh proposaL “pengaruh latihan skipping terhadap tinggi loncatan vertical jump”

•Januari 6, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kemampuan vertical jump dalam cabang bola voli adalah kebutuhan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pemain voli, karena vertical jump sangat dibutuhkan setiap pemain untuk melakukan serangan kedaerah lapangan lawan untuk mendapatkan point. Semakin tinggi vertical jumpnya biasanya memiliki pukulan yang sangat mematikan, jadi mengapa vertical jump sangat penting dimiliki dan ditingkatkan oleh pemain voli.
Club bola voli dhaksinarga gunungkidul adalah club yang membina atlit bola voli dari level usia dini sampai senior. Dari level usia dini pun kemampuan vertical jump sudah dilatih dengan berbagai macam latihan agar nantinya kemanpuan loncatan vertical jump bisa bekembang dan meningkat. Jadi kemampuan vertical jump sangat penting dalam permainan bola voli. Khususnya untuk pemain remaja latihan ini harus ditingkatkan, karena dalam masa ini pemain remaja mengalami perkembangan secara cepat dari fisiologis maupun fisik.
Salah satu latihan yang sering dilakukan untuk meningkatkan kemampuan vertical jump ini adalan latihan skipping, karena dengan latihan skipping ini akan memperoleh keguanan yang sangat banyak untuk berbagai macam otot yang digunakan untuk melakukan vertical jump. Selain bermanfat banyak, latihan skipping ini juga sangat sederhana dan bisa dilakukan dimana saja.
Berdasarkan latar belakang ini saya tertarik untuk meneliti pengaruh latihan terhadap loncatan vertical jump pemain level remaja di club bola voli dhaksinarga tahun 2009.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas identifikasi masalah yang mendorong saya untuk melakukan penelitian berkenaan judul diatas.
1. Perkembangan kemanpuan vertical jump pada level remaja kurang cepat.
2. Pemain level remaja kurang mendapat variasi latihan untuk meningkatkan kemampuan vertical jump.
3. Latihan sekipping merupakan latihan yang jarang diberikan kepada pemain level remaja di club bola voli dhaksinarga.

C. Batasan Masalah
Dalam penelitian ini akan dibatasi masalah “ Pengaruh Latihan skipping Terhadap Tinggi Loncatan Vertical Jump Pemain Level Remaja di Club Dhaksinarga Tahun 2009”

D. Rumusan Masalah
Berpijak pada uraian latar belakang masalah diatas, saya akan mengajukan perumusan masalah yang nantinya akan terjawab melalui penelitian yang saya lakukan. Adapun perumusan yang saya ajukan adalah:
1. Adakan terdapat pengaruh antara latihan skipping terhadap tinggi loncatan vertical jump pemain level remaja di club dhaksinarga. Tshun 2009?
2. Apakan pengaruh tersebut rendah, sedang atau signifikan, antara latihan skipping dengan tinggi loncatan vertical jump pemain level remaja di club dhaksinarga. Tshun 2009?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan saya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Ada pengaruh antara latihan skipping dengan tingi loncatan vertical jump pemain level remaja di club dhaksinarga. Tahun 2009.
2. Pengaruh tersebut signifikan, antara latihan skipping dengan tinggi loncatan vertical jump pemain level remaja di club dhaksinarga. Tahun 2009.

F. Kegunaan Penelitian
Kegunaan dalam penelitian ini adlah sebagai berikut:
1. Untuk pemain
Dapat mengetahui seberapa tinggi loncatan vertical jumpnya sendiri, sehingga bisa menjadi patokan untuk menambah latihan skipping untuk memperoleh loncatan yang lebih tinggi.
2. Untuk pelatih
Bisa dijadikan pedoman untuk meningkatkan tinggi loncatan vertical jump pemain yang memiliki loncatan yang rendah, dan dengan penelitian ini latihan skipping bisa diterapkan kepada atlit yang lainnya atu level usia dini.
3. Untuk club
Sebagai sumbangan pemikiran club untuk membuat program latihan dan untuk menyempurnakan program yang sudah ada.

BAB II
KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Kajian Teori
Skipping merupakan olahraga yang sejak zaman dulu digemari dari berbagai Negara, olah raga skipping sesungguhnya merupakan olahraga yang mengunakan seutas tali untuk melakukan lompatan. Olah raga sekiping ini degemari oleh atlit-atlit dari berbagai macam cabang, misalnya bola voli, badminton, tinju, dan oalhraga yang lain. Mengapa olah raga skipppingini sangat digemari? Tidak heran olahraga ini digemari, karena dengan melakukan olahraga skipping ini dapat meningkatkan kekuatan,kelincahan, keseimbangan, dan masih bnyak lagi yang didapat dengan melakukan olahraga skipping ini. Dengan melakukan skipping otot-otot yang dgunakan menyeluruh bagian tubuh, jadi dengan satu macam olahraga ini maka manfaat yang didapat juga sangan menyeluruh. Olahraga ini sampai saat ini masih menjadi pilihan dari berbagai cabang olahraga. Sampai saat ini juga perkembangan skipping juga sangat hebat, skipping mengalami perkembanan dari segi fariasi pengunaan maupun bahan yang digunakan. Zaman dahulu skipping digunakan hnya untuk meloncat satu atau dua macam loncatan saja namun sekarang variasi penggunaan skipping sangat variatif dan berkembang berbagai macam variasi, selain itu bahan yang digunakan untuk membuat skipping pada zaman dulu hanya tali saja dan pegangannya Cuma dari kayu, namun sekarang dengan berkembangnya zaman bahan skipping bisa dari plastik yang bahannya ringan dan mudah digunakan.
Vertical jump adalah kemampuan seseorang untuk melakukan loncatan lurus keatas dan tidak menggunakan awalan(jurnal olahraga SMP 1 ngawen GK 2007).
Vertical jump juga bisa diartikan gerakan meloncat setinggi-tingginya dengan vokus kekuatan otot tungkai untuk mencapai loncatan lurus keatas dengan maksimal. Vertical jum ini biasanya banyak digunakan oleh beberapa cabang olahraga misalnya bolavoli, basket, dan lain sebagainya. Karena dalam olahraga tersebut vertical jump sangat penting, misalya pada cabang voli, dalam cabang ini untuk menyerang lawan dan menghindari blok dari lawan pemain harus meloncat vertical jump agar lompatan lebih tinggi dan bisa memukul bola pada titik tertinggi, khususnya posisi quiker (bola cepat) karerna posisi ini biasanya tidak mempunyai banyak awalan jadi kemampuan vertical jumpnya harus bagus.

B. Penelitian Yang Relevan
Penelitian ini sudah pernah diteliti oleh mahasiswa UNY juga, namun kebanyakan probandus yang diteliti sudah memasuki usia senior. Maka dari itu saya berfikir untuk meneliti pengaruhnya pemain pada level ramaja, karena pada masa itu masih mengalami pertumbuhan fisiologis maupun fisik.

C. Kerangka Berfikir
Pengaruh latihan skipping terhadap tinggi loncatan vertical jump merupakan aktifitas yang sangat efisien. Peningkatan vertical jump untuk cabang bola voli dapat ditingkatkan dengan latihan skipping. Dengan demikian secara teoritik dapat diduga ada hubungan antara latihan skiping dengan tinggi loncatan vertical jump dalam cabang bola voli.

D. Paradigma Penelitian
Dalam penelitian ini mengenai pengaruh antara fariabel bebas (x) dan variable terikat (y), yaitu antara latihan skipping(x) dengan tinggi loncatan vertical jump(y). model keterkaitan antara variable-variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

H

Gambar1. Paradikma Penelitian

Keterangan:
X : Latihan Skipping
Y: Tinggi Loncatan
H: Pengaruh Latihan Skipping Terhadap Tinggi Loncatan Vertical Jump

E. Hipotesis
1. Pengertian Hipotesis
Hipotesis menurut Singarimbun dan Sofyan Efendi (1989) “ adalah kesimpulan sementara atau preponsentatif tentang hub dua variable atau preponsentatif tentang hubungan dua variable atau lebih. Pengertian lainnya adalh jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul” ( Suharsimi Arikunto , 1991: 62)
2. Hipotesis
Ada pengaruh positif yang signifikan antara latihan sekipping dengan tinggi loncatan vertical jump pemain level remaja di club Dhaksinarga tahun 2009.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian
Pendekatan dalam penelitian dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1. pendekatan kwantitatif
Ialah “data atau informasi yang dikiumpulkan diwujudkan dalam bentuk kwantitatif atau angka, sehingga analisisnya berdasarkan angkatersebut menggunakan angka statistic”.
2. Pendekatan kualitatif
Ialah “ data atau gambaran tentang sutu kejsdian secara menyeluruh konstektual dan bermakna sehingga analisisnya mengunakan prinsip logika (Fx. Sudarsono, 19880.

B Tempat dan waktu penelitian
1. Tempat
Tempat penulis melakukan penelitian pada anggota Bola Voli dhaksinarga kelompok remaja tahun 2009
2. waktu penelitian
Penelitian ini dimungkinkan berlangsung pada tahun 2009

C. Variabel penelitian
1. Pengertian variabel
Variabel sebagai sebuah konsep seperti halnya laki-laki dalam konsep jenis kelamin, insaf dalam konsep kesadaran . menurut Sutrisno Hadi, variabel sebagai gejala bervariasi dalam suatu penelitian. Sedangkan menurut Suharsimi Arikuntoko (2002) adalah obyek penelitian atu apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.

2. Macam Variabel
Variabel dibagi menjadi 2 macam yaitu variabel dipenden, variabel independent.
a. Variabel dependen adlah variabel terikat atau tergantung.
b. Varibel independent adalah variabel bebas.
3. Variabel dalam penelitian ini
Berdasarkan pendapat ahli tersebut maka dalam penelitian ini terdapat 2 variabel yaitu :
a. variabel X, latihan skiping
b. variabel Y, tinggi loncatna vertical jump
jika ditinjau dari hubungan antar variabel terdapat satu jenis variabel bebas dan variabel terikat.

D. Populasi dan sample Penelitian
1. Populasi penelitian
Penelitian populasi dilakukan oleh peneliti yang akan meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian. Pendapat tersebut merupakan pendapar Suharsimi Arikuntoko (1996) “Yang dimaksutd populas

2. Sampel.
Pengertian sample dikemukakan oleh sutrisno Hadi (1996) adalah sejumlah penduduk yang kurang dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Sudjana (1986) sample adalah sebagian yang diambil dari populasi.

E. Metode pengumpulan data
Menurut Suharsimi Arikuntoko untuk mengumpulkan data dalam penelitian ada beberapa yaitu, tes, quintioners atau angket, wawancara, observasi dan dokumentasi.
Dari uraian diatas peneliti menggunakan cara sebagai berikut.
1. metode pretest
Metode pretest adalah metode dimana semua disuruh melakukan gerakan tanpa melakukan perlakuan terlebih dahulu. Pretest dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan maksimal setiap individu untuk melakukan vertical jump sebelum diberi perlakuan skipping .

2. posttest
Metode posttest merupakan metode untuk mengetahui apakah ada perbedaan setelah mendapat perlakuan. Disini posttest dilakukan untuk mengetahui perbedaan tinggi vertical jump setelah mendapat perlakuan.

F. Instrumen pengumpulan data
instrument pengumpulan data mempunyai peranan sangat penting dalam suatu penelitian. Instrument penelitian adalah alat pada waktu penelitian saat mengunakan metode(Suhartini Arikuntoko, 1996).
Prosedur untuk mendapatkan instrument yang baik menutut terdiri dari enam cara yaitu :
1. Menentukan Definisi Variabel
2. menentukan indicator
3. menetukan sub indikator
4. menyusun item
5. penyuntingan
6. uji coba.

G. Analisis Data
Merupakan analisis data dengan menggunakan data dalam bentuk anggka. Kemudian untuk mengolah data tentang Pengaruh latiha skipping terhadap loncatan vertical jump pemain level remaja club dhaksinarga, maka penulis mengunakan tehnik pretest dan posttest.

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN
BAB I, II, III
“ PENGARUH LATIHAN SKIPPING TERHADAP LONCATAN VERICAL JUMP PEMAIN VOLI LEVEL REMAJA CLUB DHAKSINARGA”

Disusun oleh:

Afristian Ismadraga 07601241059

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Daftar pustaka:

- http://myblog4famouser.com/manfaat-skipping-olahraga-skipping-lompat-tali

- http://www.kotasatelit.com/forums/showthread.php?t=11795

- http://www.bloggaul.com/adhiamin_team/readblog/77340/smash-semi-bola-voli

- http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH7c06/8abe364c.dir/doc.pdf

FILSAFAT OLAHRAGA

•Januari 6, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

PEMBAHASAN

Filsafat adalah sesuatu yang sangat asing di telinga sebagian orang, karena ilmu filsafat ini dianggap sangat membingungkan dan sulit di fahami. Karena itu banyak orang-rang yang belum faham filsafat membaca buku Ricard Osborn, sama halnya dengan saya. Sebelum saya membaca buku Ricard Osborn, saya menganggap filsafat itu sulit, membingungkan, dan sulit di pahami. Tapi setelah membaca, saya sedikit memahami apa yang di maksud filsafat itu. Saya suka dengan Ricard Osborn yang menulis bukunya di sertai gambar-gambar yang memudahkan saya untuk mempelajari buku tersebut. Tetapi ada beberapa kalimat juga yang sulit saya pahami, dan itu yang menghambat untuk memahami buku tersebut. Dalam buku tersebut saya sependapat apa yang ditulis oleh Ricard Osborn, bahwa di setiap individu mempunyai pemikiran seperti filsuf. Karena setiap individu kadang banyak berfikir kearah yang berbau filsafat. Saya kurang setuju kalau banyak orang menganggap filsafat itu sulit difahami, karena beberapa orang tidak mau berusaha untuk memahami filsafat, dan mereka banyak yang menganggap filsafat itu tidak penting. Kita akan lebih memahami filsafat jika kita sudah mengetahui konsep dari ilmu filsafat itu sendiri. Dan itu membutuhkan usaha dari masing-masing individu.
Saya berpendapat kalau buku yang ditulis Supardi suparlan memang bisa difahami dan dapat diterima dengan logika, bahwa filsafat merupakan pohon dari beberapa ilmu. Karena filsafat dapat digunakan dalam berbagai bidang ilmu, misalnya ilmu fisika, biologi, penjas, matematika, dll. Dalam buku supardi suparlan ditulis juga kalau filsafat berguna dalam kehidupan masyarakat, dan menurut saya itu sangat logis, karena dengan filsafat kita dapat berfikir yang kritis untuk bertindak bertanggungjawab atas semua apa yang telah kita kerjakan atau perbuat.
Kedua buku tersebut mempunyai perbedaan yang sangat mencolok, diantaranya buku yang ditulis Ricard Osborn menjelaskan tentang filsafat secara umum dan memberi contohnya pada kehidupan. Sedangkan buku Supardi suparlan menjelaskan filsafat didalam ilmu pendidikan yang di dalamnya dijelaskan secara rinci, dan ditinjau dari beberapa aspek, Jadi dari kedua buku tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan. Buku yang satu menjelaskan dengan membahas apa itu filsafat secara umum sedangkan yang satu lebih memperinci filsafat dalam ruang lingkup ilmu pendidikan.
Setelah saya mempelajari lebih dalam buku Ricard Osborn saya tertarik pada seorang filsuf yang bernama Epicurus dia berpendapat bahwa” kemiskinan yang ceria adalah keadaan yang terhormat”. Itu menandakan kalau Epicurus menganggap kedamaian batin adalah kebaikan yang tertinggi. Tapi saya kurang setuju dengan pendapat Epicurus, karena jika dalam keadaan miskin otomatis pemikiran kita bagaimana cara memperoleh makan/bertahan hidup, jika kita saja kesulitan bertahan hidup otomatis pemikiran kita tidak ceria lagi melainkan selalu berfikir tidak ceria dan selalu menyalahkan keadaan. Itu yang membuat pemikiran kita tidak ceria. Menurut saya semua itu harus dijalani dengan seimbang, tidak hanya memikirkan keceriaan saja. Jika semua berjalan seimbang maka keadaan fikiran orang juga akan berfikir positif dan otomatis keceriaan itu juga akan timbul dengan sendirinya di jiwa orang tersebut. Yang dimaksud seimbang adalah kebutuhan materi dan jiwa harus seimbang.
Saya juga tertarik apa yang dikatakan Epicurus yaitu filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan takhayul. Saya sangat setuju dengan pendapat itu, karena dengan berfilsafat kita dapat mengetahui apa yang belum kita ketahui atau pahami dengan logis. Filsafat juga bisa memberikan inspirasi untuk berfilsafat lagi dan menemukan pemikiran-pemikiran baru, yang mungkin hasil pemikiran baru itu menjadi pemikiran yang harus di fikirkan lagi. Dan benar sekali kalau filsafat juga membebaskan dari takhayul, karena menurut saya orang-orang dahulu sering menganggap suatu kejadian itu sebagai suatu yang mistik atau takhayul, semua tidak difikirkan dahulu secara logis. Dan menurut saya filsafat dapat menghilangkan semua itu karena dengan berfilsafat semua yang terjadi bisa difikirkan dengan berlogika yang baik.
Setelah saya membaca pandangan dari beberapa filsuf lain yang ditulis oleh Ricard Osborn saya berpendapat, bahwa pendapat yang di sampaikan berbeda-beda. Dan dari perbedaan itu saya berpendapat perbedaan tersebut terjadi karna beberapa kndisi, yaitu keadaan sistim masa pemerintahan waktu itu, kondisi pemikiran para filsuf pada kondisi yang bagaimana, dan pendapat para filsuf berkembang terus sesuai dengan perkembangan zaman. Dan perkembangan zaman tersebut yang menyebabkan perbedaan pola fikir para filsuf.
Semua filsuf yang memberikan pendapat di dalam buku itu banyak sekali filsuf yang membahas suatu masalah bedasarkan pengalaman yang terjadi pada waktu itu. Itu sumua tergambar setelah saya mempelajari lebih dalam lagi buku Ricard Osborn yang di dalamnya terdapat filsuf yang bernama Francis Bacon, saya tertarik dengan apa yang di katakannya yaitu “bila manusia mulai dengan kepastian, ia akan berakhir dalam keraguan. Tetapi bila ia puas untuk mulai dengan keraguan, ia akan berakhir dengan kepastian”. Saya sependapat dengan pendapat itu karena jika sesuatu kita lakukan dengan perasaan terlalu yakin maka segala sesuatunya tidak di fikirkan secara matang, meremehkan dan menganggap semua itu gampang. Lain memulai dengan keraguan, jika timbul perasaan ragu maka kita akan mencari/memikirkan kenapa bisa ragu dan berfikir bagaimana cara menghilangkan keraguan tersebut, dari hasil pemikiran tersebut maka munculah kepastian yang didapat dari proses keraguan dengan mencari tahu dengan berfikir. Tapi saya kurang sependapat dengan semboyannya yaitu “knowledge is power”(pengetahuan adalah kekuasaan). Menurut saya pengetahuan bukan kekuasaan, karena pengetahuan sendiri bersifat umum, jadi pengetehuan bisa dijadikan jalan menuju keinginan apapun, jika pengetahuan disamakan dengan kekuasaan maka pengetahuan itu sendiri mempunyai konotasi yang negatif, yaitu untuk kekuasaan dan kekuasaan itu untuk memperbudak. Disini memperbudak bisa diartikan memperbudak pemikiran orang lain.
Saya juga tertarik dengan pola fakir David Hume yang memikirkan segala sesuatu dengan berlogika, menurut saya apapun yang kita jalani di dunia ini harus dafikirkan dengan berlogika dengan catatan tidak mengubah kodrat manusia sebagai mahkluk sosial dan bertuhan. Kita harus selalu berinteraksi dengan orang lain agar semua itu menjadi rangkaian perjalanan hidup yang baik dan juga meyakini bahwa tuhan itu ada dan yang menentukan semuanya. Kita sebagai manusia Cuma bisa berfikir dengan logika yang dapat menjadikan kehidupan menjadi terarah dan tidak penuh misteri.
Banyak lagi filsuf yang berpendapat tentang ilmu pengetahuan salah satunya seorang filsuf yang bernama Auguste Comte, saya menangkap bahwa beliau menganggap hanya SAINS yang berguna bagi masyarakat. Saya kurang setuju dengan pendapat tersebut, karena jika hanya dengan SAINS tidak akan berguna jika tidak didukung oleh faktor-faktor lain, misalnya faktor Sosial, kita tidak bisa mengunakan SAINS jika hubungan antar masyarakat itu sendiri tidak terjalain dengan baik, dan menyebabkan SAINS sendiri dianggap menjadi sesuatu yang tidak penting. Faktor lain yaitu faktor kesehatan tubuh, kita tidak bisa menggunakan SAINS dengan baik jika keadaan tubuh kita kurang sehat/terganggu. Kesehatan menjadi faktor yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat kita karena jika semua masyarakat kita semua sehat maka semua masyarakat bisa menggunakan SAINS dan berfikir dengan baik, bisa pula menggunakan Ilmu/pengetahuan dengan baik pula. Jadi dapat disimpulkan semua Ilmu yang kita pelajari harus seimbang yaitu harus menggabungkan beberapa faktor yang mendukung dalam mempelajari Ilmu. Dan saya berpendapat kalau faktor kesehatan adalah faktor yang paling penting untuk membantu masyarakat berfikir sehat.
Selain itu dalam pembahasan Rekontruction of philosophi(1920), Dawey mencoba menerapkan pandangan Pragmatis kesegala hal. Dan beliau berpendapat bahwa Pragmatisme membuat umur lebih panjang. Saya kurang setuju dengan pendapat tersebut karena menurut saya umur panjang tidak mungkin di dapatkan dengan menjadi Pragmatisme, menurut saya umur panjang di dapat dengan usaha menjadi sehat, yaitu sehat jasmani dan rohani. Semua itu menurut saya bisa menjadikan umur kita relatif lebih panjang. Karena kesehatan adalah faktor yang mendukung manusia dalam melakukan segala sesuatu. Jadi lebih jelas lagi bahwa kesehatan fikiran/jiwa dan fisik merupakan faktor yang penting dalam menjalani kehidupan ini. Saya juga tertarik dalam pembahasan Fenomenologi dan Ekssistensialsme di dalamnya terdapat beberapa filsuf yang banyak membahas tentang filsafat kebebasan. Saya sangat setuju dengan pendapat para filsuf-filsuf tersebut, karena dengan kebebasan pola fikir, kita juga akan semakin berkembang dan dalam cara pemikiran yang bebas itu kadang banyak pemikiran yang sangat berguna untuk kepentingan semua pihak dan dapat menjadikan pemikiran yang baru yang bisa untuk di fikirkan kembali.
Pemikiran seorang filsuf kadang mengambil suatu obyek, dan salah satunya manusia, disini banyak sekali yang membahas manusia, salah satunya adalah Plato dia menganggap bahwa manusia itu ibarat teks yang sulit, yang maknanya harus di uraikan dengan filsafat. Saya sependapat karena manusia adalah individu yang sulit di fahami dan hanya dengan filsafat maka makna dari manusia itu sendiri sedikit dapat di fahami. Deskretes juga berpendapat bahwa manusia itu mempunyai fikiran dan badan, dan keduanya itu menurutnya tidak ada hubunganya, menurut saya fikiran dan badan mempunyai hubungan yang erat karena dengan badan kita dapat melakukan sesuatu, keduanya dapat berguna dengan baik apabila keduanyadi asah dan di latih supaya keduanya dapat bekerjasama dengan baik, sehingga timbul interaksi antara keduanya, dan semuanya dapat menyebabkan kebaikan dan kejelekan tergantung dari penggunanya, di sini fikiran lebih unggul, karena dengan fikiran semua bisa dilakukan dan diwujudkan. Jadi faktor fikiran dan fisik harus diseimbangkan agar dapat berkolaborasi dengan baik. Adalagi filsuf yang membahas hal lain yang salah satunya membahas pendidikan, karena pendidikan adalah masalah yang tidak ada habis-habisnya, karena menurut saya pendidikan adalah suatu kebutuhan manusia yang setiap waktunya dikembangkan sesuai dengan perjalanan zaman, namun pendidikan sendiri kadang dapat merubah manusia menjadi sosok jiwa yang selalu merasa haus untuk mengembangkan pendidikan, karena itulah manusia memiliki sifat yang tidak pernah puas, sifat tidak puas ini kadang dapat membawa kearah positif dan negatif, karena manusia tidak puas maka manusia selalu ingin mencari dan mencari apa yang di inginkan dan selalu mencoba sesuatu yang bisa mengurangi rasa tidak puas itu sendiri. Kadang rasa puas itu sendiri dapat berdampak negatif, yaitu karena selalu mencari kepuasan yang tidak ada batasnya kadang manusia melupakan dasar dari rasa tidak puas itu, yaitu selalu bertindak bebas dan bertindak sewenang-wenang juga tidak memperdulikan keadaan di sekitarnya dan dapat merugikan pihak-pihak tertentu.
Filsafat pendidikan tidak lepas dari yang namanya tenaga pengajar pendidikan yang tidak lain adalah guru. Menurut saya seorang guru perlu memahami tentang filsafat pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap proses pengajaran dan tujuan hidup. Karena seorang guru yang tidak memahami pendidikan sama saja guru tersebut hanya mengajarkan tentang pengalaman dia saja, padahal menurut saya pendidikan bukanlah dari pengalaman saja, pendidikan harus di pelajari lebih dalam lagi agar seseorang yang menerimanya bisa menyelesaikan masalah-masalah pendidikan dengan rencana. Dari rencana-rencana tersebut akan membuat guru sebagai pribadi yang memberikan pedoman kepada peserta didik agar mempunyai tujuan hidup.
Disini saya juga tertarik dengan filsafat metafisikan yang dapat menjadikan guru mengetahui hakekat manusia. Saya setuju sekali dengan itu, karena dengan mengetahui hakekat manusia guru dapat menyesuaikan pengajaran sesuai dengan karakter dan kepribadian dari peserta didik, juga dapat memberi pedoman kepada peserta didik tentang tujuan hidup dan pendidikan. Ada lagi filsafat epistemology yang menjadikan guru mengetahui apa yang harus diberikan kapada siswa dan bagaimana cara penyampaiannya. Itu sangat baik sekali, karena dengan tahu apa yang apa yang harus diberikan dan cara menyampaiannya, seorang guru dapat memberikan pendidikan yang cocok dan mengenai sasaran ke peserta didik, juga dalam penyampaiannya seorang guru lebih mudah memberikannya dengan mempelajari karakter dari masing-masing individu setiap siswa. Terakhir tentang filsafat aksiologi yang dapat membuat guru memahami apa yang diperoleh siswa tidak hanya kuantitas saja tetapi juga kualitas kehidupan karena pengetahuan. Itu sangat baik karena pada akhirnya pendidikan yang diajarkan akhirnya harus di terapkan dalam kehidupan masyarakat. Dari filsafat pendidikan tersebut saya menyimpulkan bahwa, pendidikan hakekatnya adalah suatu cara yang dilakukan untuk memperoleh hasil yang baik dan dapat juga dijadikan sarana untuk mengajarkan manusia mamperoleh tujuan hidup. Hal ini jika disangkut pautkan dengan pendidikan jasmani juga ada kaitannya yaitu bagaimana cara menyampaikan materi yang akan di sampaikan, dengan cara seorang guru memberikan pedoman dan contoh yang harus yang harus bisa dilihat langsung peserta didik, juga dalam pendidikan jasmani seorang guru harus menyesuaikan dengan mempelajari individual peserta didik, karena dari masing-masing peserta didik ada yang koordinasi fikiran dan gerakan baik ada juga yang secara teori baik tapi dalam pelaksanaan ketrampilannya kurang lancar. Dan nantinya dalam pembelajaran jasmani seorang guru harus pintar memodifikasi pembelajaran agar nantinya kesehatan fisik dan fikiran dapat dicapai dan diterapkan dalam kehidupan. Jadi pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang sangat penting dalam merubah prerilaku karena pendidikan jasmani bisa menjadi langkah dasar yang dapat di tempuh dalam pembentukan karakter bangsa. Ahir-ahir ini pendidikan jasmani adalah pendidikan yang selama ini di kaitkan dengan masalah kepribadian bangsa, banyak para pakar Jasmani di Perguruan Tinggi beranggapan bahwa pendidikan Jasmani dapat membangun karakter bangsa, moral, disiplin, dan nilai positif lainnya. Namun menurut saya walaupun pendidikan jasmani dapat membangun karakter bangsa kita jangan lupa melupakan factor yang terpenting yaitu warga Negara yang menjalani pendidikan jasmani tersebut, karena jika pelaku pendidikan jasmani tidak difikirkan sama saja pendapat tersebut cuma akan menjadi coretan yang tidak di jalankan. Dalam pendidikan jasmani banyak beberapa faktor yang mempengaruhinya misalnya siswa, guru, dan pembimbing. Dalam pelaksanaan faktor tersebut harus saling mendukung untuk memperoleh tujuan yang telah ditentukan. Jadi nantinya pendidikan jasmani bisa menghilangkan krisis identitas yang sekarang ini gercar-gencarnya terjadi di Indonesia.
Saya tertarik dengan konsep yang berasal dari “Gimnasium swedia” ini memiliki konsep bahwa tubuh merupakan mesin atau instrument. Artinya tubuh adalah suatu kumpulan instrument yang memiliki fungsinya masing masing dan bekerja untuk satu keseluruhan system. Saya sependapat dengan kalimat tersebut karena tubuh merupakan hal yang penting juga bagi aktifitas apapun, walaupun harus didukung dengan adanya jiwa
Jadi menurut saya pendidikan jasmani merupakan mata pelajaran yang sangat penting, karena didalamnya berfungsi untuk mengkompetisikan kekurangan gerak. Didalam pendidikan jasmani gerakan yang dilakukan untuk menuju kebugaran jasmani. Oleh karena itu saya kurang setuju kalau jasmani diremehkan dan dianggap tidak penting dan menganggap jiwa yang paling penting, menurut saya keduanya saling mendukung dan semua menjadi kesatuan yang dapat mendukung kelancaran aktifitas kita sehari hari. Saya kurang sependapat juga dengan filsafat Carteisin yang didalamnya menganggap bahwa antara tubuh dan jiwa merupakan entinsitas yang terpisah satu sama lainnya. Menurut saya tubuh dan jiwa memang terpisah tapi dalam pelaksanakan keduanya harus saling melengkapi dan keduanya tidak ada yang unggul , karena antara tubuh dan jiwa merupakan kesatuan yang sangat penting walaupun sekarang ini pendidikan jasmani mengalamim krisis identitas. Kita sebagai generasi muda yang berjiwa positif kita harus membangun legitimasi baru bahwa pendidikan jasmani adalah penting untuk tetap diselenggarakan.
Ada beberapa filsuf yang mengatakan jika perkembangan pola fikir harus dilakukan dengan keseimbangan antara kesehatan fisik dan fikiran. Dalam perkembangan pola fikir ini banyak filsuf-filsuf yang menganut beberapa aliran filsafat diantaranya aliran Idealisme , Realisme, Pragmatisme, Naturalisme, dan Existansialisme, Namun saya tertarik dengan dua lairan yaitu Idealisme dan Naturalisme atau Materlalisme. Karena jika pendidikan jasmani dilihat dari aliran Idialisme akan sangat bertentangan, karena aliran ini menganggap pikiran (mind) merupakan kunci terhadap segala sesuatu dan obyek yang bersifat fisik tidak dianggap penting. Oleh karena itu menurut aliran ini pendidikan jasmani tidak penting tapi kalau kita lihat kenyataan sekarang ini Fisik merupakan sesuatu yang sama penting dengan fikiran, karena jika pemikiran tidak didukung dengan fisik yang sehat maka hasil pemikirannya pun tidak akan baik. Lain lagi dengan aliran Naturalisme atau Materlalisme yang menganggap bahwa sesuatu yang mempunyai nilai adalah sesuatu yang secara fisik nampak, Berarti aliran ini menganggap bahwa fisik merupakan hal yang sangat penting. Jika pendidikan jasmani dilihat dari aliran ini maka pendidikan jasmani adalah pendidikan yang harus dilakukan untuk menjaga kebugaran jasmani, karena jasmani adalah sesuatu yang nyata dan jika tidak ada jasmani atau fisik maka seseorang mustahil bisa berfikir. Jadi salah jika sekarang ini orang menganggap pendidikan jasmani tidak penting dan selau di nomor duakan, kita sebagai calon guru pendidikan jasmani harus mengambil sikap yaitu dengan cara melakukan pembelajaran penjas dengan metode yang selain berguna bagi fisik juga berguna untuk meningkatkan kreatifitas berfikir siswa, jadi menurut saya antara fisik dan jiwa adalah dua hal yang harmonis dan saling mendukung dan harus selalu di jaga dan di kembangkan. Jadi disini pendidikan jasmani sangat penting dalam pembentukan kedua faktor tersubut yaitu kesehatan jasmani dan rohani/fikiran. Jadi dalam pembelajaran jasmani ilmu olahraga sangat penting bagi seorang guru untuk menguasainya, karena dengan ilmu olahraga tersebut seorang guru dapat mengembangkan kedua faktor tersebut. Berbicara tentang ilmu olah raga, berarti ada kaitannya dengan pendidikan jasmani. Ilmu olah raga saat ini sudah menjadi ilmu yang mandiri dan sekarang ini olahraga tidak hanya permainan untuk hiburan atau menghabiskan waktu luang, tetapi olah raga adalah aktifitas jasmani yang dapat diamati sejak bayi dalam kandungan sampai dengan bentuk bentuk gerakan terlatih, itu membuktikan bahwa olahraga adalah aktifitas yang dapat dijadikan pembentukan karakter, selain itu olahraga juga bias menjadi tontonan yang bermanfaat, yang didalamnya dapat diambil nilai nilai yang menanamkan kebajikan-kebajikan tertentu , kerja tim, keberanian dan intelegasi praktis (Hatab 1998:1003) itu membuktikan bahwa olahraga tidak boleh dilihat dengan sebelah mata karena didalam olahraga terdapat nilai-nilai yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Akhir-akhir ini banyak orang yang menganggap bahwa olahraga tidak penting dan menganggap kalau pikiran jiwa lebih penting. Itu semu tidak terbukti dengan kenyataan yang ada karena jika fisik kita tidak dijaga dengan baik dan organ-organnya tidak berfungsi dengan baik maka untuk berfikir saja tidak bias baik. Seperti yang dikatakan sncca, yahng mengatakan “ Osan Dum EsUt Sit ‘ Menssana In Comperesano ” bahwa dengan menyehatkan jasmani dengan latihan-latihan fisik adalah salah satu jalan untuk mencegah timbulnya pikiran-pikiran yang tidak sehat yhang membawa orang kepada perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Itu membuktikan bahwa ilmu olahraga juga sangat penting untuk menyehatkan manusia dan olahraga adalah aktivitas yang cocok untuk menyehatkan manusia. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu olahraga adalah ilmu yang mandiri dan ilmu yang penting untuk menjaga keseimbangan kehidupan manusia. Untuk itu kita sebagai calon guru pendidikan jasmani harus senantiasa mempertahankan dan mengembangkan ilmu olahraga, agar kedepannya ilmu olahraga menjadi ilmu yang sangat penting dalam menjalani kehidupan ini. Selain itu dalam pembelajarannya kita juga harus mengambil aspek-aspek yang kiranya mendukung dalam pembentukan karakter dan dalam rangka mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani. Aspek yang dapat di ambil diantaranya sikap fair play, sikap ini bisa menjadi salah satu pembelajaran dalam proses pendidikan jasmani. Sikap fair play biasanya di wajibkan di dunia olahraga, dalam dunia olahraga kata fair play selalu saja digambar-gambarkan, dan setiap pelaku olahraga selalu saja mengucapkan kata itu, namun dalam kenyataannya fair play sendiri tidak dipratekkan dalam kegiatan olahraga maupun kegiatan sehari-hari. Dalam kegiatan olahraga banyak sekali orang yang selalu melanggar fair play itu sendiri, karena kurang sadarnya orang-orang tersebut tentang fair play dan kurang memahami arti itu sendiri. Banyak sekali orang yang mélanggar fair play ini karena nilai moral yang kurang. Sebenarnya nilai moral tersebut dapat dibentuk dan dikembangkan agar dalam prakteknya nilai moral itu dapat membatasi, jika suatu saat mau bertindak anarkis dan dapat menciptakan suasana fair play. Dalam kegiatan olahraga ataupun kegiatan sehari-hari tindakan fair play juga dapat di didik, dibiasakan agar nantinya perilaku sportif dapat di terapkan, dengan tidak melupakan nilai moral yang ada. Tapi jangan lupa untuk selalu memikirkan kesehatan pikiran dan fisik kita, karena sia-sia jika kita mau membentuk sikap fair play kalau keadaan pikiran atau jiwa kita mengalami gangguan, jadi untuk mendapatkan hasil yang baik dalam usaha menerapkan sikap fair play terutama dilingkaran pendatang, jangan melupakan factor yang sangat penting yaitu kesehata pikiran atau jiwa dan fisik karena kedua factor ini menjadi penentu berhasil tidaknya untuk memberikan pembelajaran tentan gfair play. Kita pun sebagai don guru pendidikan jasmani juga harus bertanggung jawab untuk mensosialisasikan fair play. Jadi dalam pembelajaran guru pendidikan jasmani harus selalu menanamkan sikap fair play dan selalu memberi pengertian agar siswa dapat memahami fair play itu sendiri dan nantinya bias diterapkan dalam kegiatan olahraga dan kegiatan sehari-hari dengan tidak melupakan kesehatan jasmaani dan rohani. Tapi ahir-ahir ini fair play sering di nodai dengan kasus yang sangat bertentangan dengan konsep fair play yaitu kasus doping yang sekarang ini menjadi penyebab masyarakat memandang olah raga sebelah mata. Banyak sekali atlet yang menggunakan doping hanya deanga satu tujuan yaitu meningkatkan prestasi dalam menciptakan rekor, walaupun dalam penggunaan doping ini ada efek yang sangat fatal disamping merugikan diri sendiri kasus doping juga akan meninbulkan menurunnya citra olahraga didalam kehidupan masyarakat. Kasus ini bisa saja menyebabkan masyarakat tidak tertarik lagi terhadap suatu prestasi yang dicapai oleh seorang atlet. Jika atletnya saja tidak dihargai bagaimana olahraga akan berkembang dengan baik. Sebenarnya kasus doping ini bisa diminimalisir dengan cara membentuk moral atau etika masing-masing individu khususnya atlet-atlet usia dini, karena dengan pembentukan moral dan etika ini lebih maksimal jika diberikan secara dini. Dengan begitu kecil kemungkinan seorang atlet akan menggunakan doping, karena sudah mempunyai moral dan etika yang baik ,khususnya dalam olahraga. Hal ini menjadi tugas yang baik bagi calon pendidik dan masyarakat sendiri, karena ini kita sebagai calon pendidik guru pendidikan jasmani selalu menanamkan moral dan etika yang dapat menjauhkan dari sifat-sifat negatif yang nantinya akan merugikan olahraga itu sendiri. Banyak filsut yang mengatakan bahwa semua hal yang terjadi adalahakibat dari perkembangan berfikir kita. Makanya jika kita ingin menyelesaikan masalah ini maka kita khususnya insan olahraga harus selalu berfikir dan berfikir bagaimana cara mencari jalan keluarnya untuk meminimalisir kasus doping tersebut. Tapi jangan lupa jika kita berfikir kita jiga harus memikirkan kesehatan fisik kita. Karena antara jiwa atau pikiran dan fisik mempunyai keterkaitan yang saling mendukung. Jadi nantinya masalah doping ini tidak ada lagi dan tidak melanggar fair play.

GANGUAN KESADARAN

•Desember 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

GANGGUAN KESADARAN

NACAM-MACAM GANGGUAN KESADARAN
1. PINGSAN
Pingsan atau sinkop adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Gejala pertama yang dirasakan oleh seseorang sebelum pingsan adalah rasa pusing, berkurangnya penglihatan, tinitus, dan rasa panas. Selanjutnya, penglihatan orang tersebut akan menjadi gelap dan ia akan jatuh atau terkulai. Jika orang tersebut tidak dapat berganti posisi menjadi hampir horizontal, ia dapat mati karena efek trauma suspensi.
A.PENGERTIAN
Pingsan dalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.
B.PENYEBAB
Sebab pokok dari pingsan adalah bermacam-macam, diantaranya shock elektris, penyakit ayan, kena hawa sejuk / dingin terlalu lama, serangan jantung, banyak keluar darah, banyak hawa panas, lapar, keracunan,
Sebagian besar kasus pingsan (selain kasus jantung) lebih disebabkan karena adanya hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak ke sepuluh yang mensarafi organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.
C. MEKANISME PINGSAN
Pingsan berawal dari kecenderungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi. Hal itu menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga curah darah ke jantung dan tekanan darah sistoliknya menurun.
Guna mengatasi penurunan tersebut, otomatis timbul refleks kompensasi normal, berupa bertambahnya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung, dengan tujuan mengembalikan curah ke jantung ke tingkat semula.
Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya kekuatan kontraksi itu justru mengaktifkan reseptor mekanik pada dinding bilik jantung kiri, sehingga timbul refleks yang menyebabkan frekuensi detak jantung menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu.
Ini terjadi karena timbulnya ketidakseimbangan refleks saraf otonom dalam bereaksi terhadap posisi berdiri yang berkepanjangan.
D. TANDA DAN GEJALA
Gejala sebelum pingsan : sebelum pingsan mereka merasa takut, gemetar yang diikuti dengan sensasi lingkungan sekitar terasa berputar-putar. Selain itu mata mungkin berasa berkunang-kunang.
Saat pingsan : wajah menjadi pucat, keluar ludah dan keringat dingin, badan lemas dan terjatuh. Kesadaran bisa menurun.
lemah.
E. PENCEGAHAN
Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya jantung terasa berdebar-debar, cobalah gerakkan tungkai atau kaki sambil sekali-kali batuk kecil. Adakalanya cara tersebut dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat.
Untuk mencegah terjadinya keadaan mudah pingsan yang bukan karena kelainan jantung dapat dilakukan dengan berolahraga seperti jogging, bersepeda, berenang, atau melakukan olahraga dinamis yang menguatkan otot tungkai. Kalau pingsan yang jelas disebabkan oleh kelainan jantung, diajurkan untuk berkonsultasi dengan dokter jantung agar dilakukan pemeriksaan dan pengobatan yang lebih tepat.
F. PRINSIP PENANGANAN
Adapun prinsip pertolongan terhadap kondisi tersebut adalah:
1. Korban harus dibaringkan dengan kepala dimiringkan
2. Hati-hatilah agar posisi kepala jangan ditinggikan.
3. Longgarkan pakaian yang ketat agar aliran darahnya tak terganggu.
4. Kepala dikompres dengan air dingin / kantong es,
5. Jangan memberikan apa pun lewat mulut apabila penderita belum sadar.
6. Kalau akan memindah ke tempat lain, diharapkan dalam keadaan bersandar
Dan bagi pingsan biasa, maka lakukan seperti diatas juga hanya badan diselimuti agar tidak kena hawa dingin. Dan ini bila ada tanda berdarah / luka di kepala, maka basahilah sapu tangan dengan aromatic spirits ammonia dan diletakkan dekat hidung agar dihisap. Adapun untuk pingsan biru, yakni pingsan yang kulit muka jadi agak membiru. Maka ini perlu pernapasan buatan.
Pada kasus pingsan di lapangan, yang seyogyanya Anda lakukan:
•Menangkap tubuh korban sebelum jatuh ketanah.
•Merebahkannya pada posisi horisontal, dengan letak kepala lebih rendah dibanding tingkat jantung dan tangan diatas untuk mempompa aliran darah ke otak. (jika si korban bisa ditelentangkan sebelum jatuh, dia mungkin tidak sampai kehilangan kesadaran).
•Mengubah posisi kepala ke arah samping, sehingga lidah tidak tertarik ke tenggorokan.
•Mengendorkan semua pakaiannya.
•Memberikan handuk basah dan dingin pada wajah atau leher si korban.
•Menjaga si korban tetap hangat, khususnya jika keadaan sekitar dingin.

2. SHOCK
Dalam medis, shock adalah keadaan kesehatan yang mengancam jiwa ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk menyediakan oksigen untuk mencukupi kebutuhan jaringan. Kebanyakan penyebab shock adalah pengurangan pengeluaran kardiak. Shock dapat dengan cepat menyebabkan kematian bila tidak dilakukan perawatan medis dengan segera.
Jenis shock
• Penyebab utama shock adalah kehilangan darah atau terbakar parah yang disebut shock hipovolemia. Pengontrolan pendarahan dan pengembalian volume darah pasien harus dilakukan dengan segera dengan memberikan cairan intravenus dan bila mungkin, transfusi darah.
• Shock kardiogenik disebabkan oleh kegagalan jantung untuk memompa secara efektif. Ini dapat disebabkan oleh kerusakan otot jantung, paling sering dari myocardial infarction. Penyebab lainnnya termasuk kardiak tamponade, kardiak arrhytmia, atau masalah katup kardiak .
• Shock septik disebabkan oleh infeksi yang menyebabkan vasodilation. Meskipun ada peningkatan dalam pengeluaran kardiak namun tubuh tetap tidak dapat oksigen yang mencukupi. Perawatan dilakukan dengan antibiotik, penggantian cairan, dan vasokonstriktor.
• Reaksi anaphilaktik yang tidak begitu parah dapat menyebabkan shock anaphilaktik dikarenakan allergen menyebabkan penyebaran vasodilasi dan pergerakan cairan dari darah ke tissue.
• Penyebab shock paling jarang adalah terlukanya spinal chord yanng menyebabkan shock nerogenik. Nerogenik shock disebabkan oleh kehilangan signal sistem saraf simpatetik dengan mendadak kepada otot licin di tembok vesel. Tanpa stimulasi konstan, vesel akan menjadi tenang dan menyebabkan pengurangan mendadak pertahanan vaskular dan pengurangan tekanan darah.

PROSEDUR PENANGANAN PENDERITA SHOCK
Definisi
Shock adalah suatu syndroma klinis yang ditandai dengan adanya hipotensi, tacycardia, kulit yang dingin, pucat basah, hiperventilasi, perubahan status mental, penurunan produksi urine
Prosedur
PERSIAPAN
Alat :
Tensimeter
Disposable spuit
Kanula vena
Infusion set
Tabung oksigen beserta regulator dan flowmeter
Nasala prong atau masker beserta slang
Ambu bag
Obat ;
Adrenaline
Obat-obat simpatomimetik seperti : Ephedrine, Dopamin
Anti histamin : Delladryl
Corticosteroid
Cairan kristaloid : RL, PZ
Cairan koloid : Dextran, Expafusin

PENATALAKSANAAN
- Baringkan penderita dalam posisi shock yakni tidur terlentang dengan
tungkai lebih tinggi dari kepala pada alas yang keras
- Bebaskan jalan nafas
- Monitor pernafasan dan hemodinamika
- Berikan suplemen oksigen
- Berikan cairan infus dengan berpedoman pada :
Kadar hematokrit
Besarnya defisit cairan
Tipe defisit isotonic/ hipotonik/hipertonik.
Kausa shock.
- Monitor hemodinamika dan pernafasan
- Perawatan lanjutan/kausatif dilakukan bergantung pada kausanya
- Bila tidak membaik rujuk ke intitusi yang lebih tinggi

3. LENA
Lena : sirkulasi darah di otak berkurang. ciri-cirinya : pucat, keluar keringat dingin, kurang respon apabila diajak bicara, mata berkunang-kunang, telinga berdenging, agak pusing. Penyebab lena : belum makan, kepanasan, kedinginan, kondisi drop. Penanganan yang tepat untuk lena : kedua telapak tangan menempel di lutut dengan posisi kepala direndahkan (seperti posisi ruku’), duduk dikursi serta melonggarkan pakaian yang ketat (mis:ikat pinggang, dasi, dsb), menghirup udara segar.
4. MATI SURI
Mati Suri : mati dibedakan menjadi 2, yaitu mati klisnis dan mati biologis. Yang dimaksud mati suri ialah mati klinis, mati sebelum mati biologis. Jarak antara mati klinis dan mati biologis adalah 3 jam. Namun, sebagai anggota PMR tidak boleh memvonis bahwa seseorang telah mati biologis. Hanya dokter yang boleh memvonisnya. Ciri-ciri mati suri : muncul warna biru pada punggung, ujung jari berwarna biru (kecuali untuk korban keracunan kalium sianida ujung jari akan berwarna merah muda), setelah 3 jam akan muncul bau tidak enak.

PENANGANAN CIDERA (PERDARAHAN)

•Desember 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Perdarahan

  1. A. Pengertian

Pada korban kecelakaan sering dijumpai penderita mengalami perdarahan dan lukaluka.

• Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah yang putus atau rusak

Perdarahan merupakan peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah akibat kerusakan  (robekan) pembuluh darah

• Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan tubuh akibat kekerasan dari luar

  1. B. Macam – Macam Perdarahan
    1. I. Perdarahan Luar

Perdarahan keluar adalah perdarahan yang kelihatan mengalir keluar dari luka dari permukaan kulit

Perdarahan disebabkan karena pecahnya pembuluh darah. Apabila darah keluar dari tubuh maka terjadi perdarahan luar, biasanya disertai dengan adanya luka.
Perdarahan luar dapat terjadi pada kapiler, vena ataupun arteri.

Dari sifat-sifat darah yang keluar dapat kita bedakan sumber perdarahan sebagai berikut:

  1. 1. Tindakan P3K pada perdarahan Arterial

Pembalut Tekan.    : Letakkan kain kasa steril atau kain bersih diatas luka, lalu tempat luka ditekan sampai perdarahan berhenti. Bila kasa basah boleh diganti lagi dengan yang baru. Seelanjutnya lakukan balutan yang ketat diatas kasa tadi dan bawa ke fasilitas kesehatan

Tekanan langsung pada Tempat tertentu.                        : Lakukan tekanan pada tempat dimana pangkal arteri berada (antara luka dengan jantung) diatas tulang atau bagian tubuh yang keras.

Tekanan dengan TORNIQUET (Penasah darah).                        : Perdarahan pada kaki dan lengan yang tidak mampu dihentikan dengan cara diatas (terutama pada luka amputasi) dapat dilakukan pemakaian tourniquet. Torniquet adalah balutan dengan menjepit, sehingga aliran darah dibawahnya berhenti samasekali. Pemakaian tourniquet harus hati-hati sekali karena bisa merusak

jaringan diujung luka.

þ  Cara pemasangan dan penggunaan Torniquet:

- Alasi tempat yang akan dipasang tourniquet dengan kasa agar kulit tidak lecet

- Pasang tourniquet antara luka dengan jantung, dengan cara menyimpul mati kain pengikat diatas  luka.

- Kencangkan balutan dengan tongkat pemutar sampai perdarahan berhenti

- Setiap 10 – 15 menit tourniquet harus dilonggarkan dengan cara memutar tongkat kearah berlawanan

- Tunggu ½ – 1 menit. Kalau dalam satu menit darah tidak mengalir lagi, biarkan tourniquet dalam keadaan longgar. Kalau terjadi lagi perdarahan,segera tourniquet dikencangkan kembali

þ  Beberapa hal yang perlu di ingat dan dikerjakan dalam penggunakan tourniquet:

- Catat jam pemasangan tourniquet

- Mulut luka jangan ditutupi dengan kain/ selimut

- Catatan waktu pemasangan dan pelonggaran dikirimkan

Menjepit pembuluh darah dengan haemostat (klem arteri).

Menghentikan perdarahan dengan klem arteri disarankan bila pembuluh darah yang putus terlihat dan terjankau oleh alat, dan harus hati-hati jangan sampai merusak jaringan yang tidak perlu atau syaraf yang bisa merugikan penderita.

Menghentikan perdarahan dengan menekan pada tempat tertentu

  1. II. Perdarahan Dalam

Perdarahan dalam adalah perdarahan yang bersumber dari luka/ kerusakan dari pembuluh darah yang terletak di dalam tubuh (misanya perdarahan dalam perut, rongga dada, rongga perut, kepala dan lainnya. Perdarahan tidak kelihatan keluar, sehingga tidak dapat ditaksir volume darah yang sudah terkuras. Tanda perdarahan juga tidak begitu jelas, kecuali perdarahan pada rongga kepala (darah keluar dari hidung, telinga dan mulut).

Penyebab
- Pukulan keras, terbentur hebat
- Luka tusuk
- Luka tembak
- Pecahnya pembuluh darah karena suatu penyakit
- Robeknya pembuluh darah akibat terkena ujung tulang yang patah.

Gejala
Tergantung jenis pembuluh darah yang terkena, tetapi pada tiap  perdarahan dalam terjadi gangguan umum (shock/ pingsan)

Macam Perdarahan dalam :

  1. a. Perdarahan Dalam Rongga Kepala
    Karena pecahnya pembuluh darah akibat benturan, hipertensi
    - Gejala – gejala sama dengan gegar otak berat
    - P3K sama dengan gegar otak berat, segera bawa ke RS
  2. b. Perdarahan Dalam Rongga Perut
    Karena pecahnya hati/ limpa/ ginjal akibat trauma
    Gejala
    - Riwayat trauma pada bagian perut/ pinggang
    - Tampak kesakitan pada bagian perut
    - Banyak keringat dingin, pucat
    - Suhu badan naik
    - Kesadaran menurun sampai pingsan/ koma
    - Perut tegang seperti papan
  1. C. Pertolongan pada Perdarahan

1.Jenis Penanganan cidera dimulai lewat tingkatan cedera berdasarkan adanya pendarahan lokal.

Akut (0-24 jam)

Kejadian cedera antara saat kejadian sampai proses pendarahan berhenti, biasanya 24 jam, pertolongan yang benar dapat mempersingkat periode ini.

Penanganan pada perdarahan yang hebat

Beberapa hal yang perlu di kerjakan bagi si penolong, yaitu :

1. Angkatlah atau tinggikan posisi yang lika dari jantung

Apabila luka atau perdarahan dapat di angkat lebih tinggi dari jantung segera dilakukan, kalau tidak bisa lakukanlah tahap- tahap berikut:

Contoh cidera pada tangan:

a. Penekanan luka (tour niquet)

Tekan pada luka yang mengeluarkan darah dengan kain yang halus, tebal dan empuk

b. Membalut

Setelah ditekan dengan kain, lakukanlah pembalutan agar perdarahan dapat segera berhenti, dan luka tidak sampai terinfeksi. Oleh sebab itu pembalut, gunting harus yang steril dan lukanya terlebih dahulu di bersihkan dengan alkohol 70%

  1. c. Jangan mengganggu bekuan darah yang terdapat pada luka- luka dimaksudkan supaya luka segera menutup dan tidak terluka kembali

Sub-akut (24-48 jam)

Masa akut telah berakhir, pendarahan telah berhenti, tetapi bisa berdarah lagi. Bila pertolongan tidak benar dapat kembali ketingka akut, berdarah lagi.

Tingkat lanjut (48 jam sampai lebih)

Perdarahan telah berhenti, kecil kemungkinan kembali ketingkat akut, penyembuhan telah dimulai. Dengan perolongan yang baik masa ini dapat mempersingkat, pelatih harus sangat mahir dalam hal ini agar tahu kapan harus meminta pertolongan dokter.

2. Penanganan Rehabilitasi Medik

Upaya rehabilitasi medik yang sering digunakan adalah :

  • Pelayanan spesialistik rehabilitasi medik
  • Pelayanan fisioterapi
  • Pelayanan alat bantu (ortesa )
  • Pelayanan pengganti tubuh ( protesa )

Penanganan rehabilitasi medik pada olahraga cedera akut

  • Terjadi dalam waktu 0-24 jam.
  • Penanganan paling penting yaitu pertama evaluasi awal tentang keadaan umum penderita,untuk menentukan apakah ada keadaan yang mengancam kelangsungan hidupnya,jika ada tindakan yang pertama harus dilakukan adalah penyelamatan jiwa,jika hal tersebut telah teratasi maka dilanjutkan maka kita lakukan RICE,yaitu :

R – rest : Diistirahatkan, adalah tindakan pertolongan pertama yang esensial, penting untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut.

I – Ice : Terapi dingan, gunanya mengurangi perdarahan, dan meredakan rasa nyeri.

C – Compresion :  Penakanan atau balut tekan gunanya membantu mengurangi pembengkakan jaringan dan perdarahan lebih lanjut.

E – Elevation : Peninggian daerah cedera gunanya untuk mencegah statis, mengurangi edema (pembengkakan), dan rasa nyeri.

Penanganan rehabilitasi pada cidera olahraga lanjut

Pemberian modalitas terapi fisik

1) Terapi fisik dingin,caranya :

i. Kompres dingin ,teknik : masukkan es ke dalam kantong yang tidak tembus air pada bagian yang cidera waktunya 20-30 menit interval 10 menit

ii. Masase es, teknik : menggosok nggosokkan es yang telah dibungkus,waktunya 5-7 menit,interval 10 menit

iii. Pencelupan atau Peredaman ,teknik : masukkan tubuh atau bagian tubuh ke dalam air dingin yang dicampur es lamanya waktu 10 -20 menit

iv. Semprot Dingin ,teknik : dengan menyemprotakan kloretil atau fluorementhani ke bagian tubuh yang cidera

2) Terapi fisik panas,caranya :

Tekniknya : kompres dengan kain yang dicelupkan dengan air panas bagian tubuh yang cidera,mandi uap panas juga dapat digunakan untuk mengatasi cidera

LUKA

þ Defenisi:

Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan yang disebabkan oleh benda tajam atau tumpul, benda panas, bahan kimia dan lain-lain.

þ Beberapa jenis luka beserta penanganannya:

JENIS LUKA PENYEBAB PENANGANAN P3K

þ  Ada beberapa jenis LUKA KHUSUS yang perlu diperhatikan

a. Luka dan Perdarahan di Rongga Perut

Luka dan perdarahan di rongga perut bisa menyebabkan perdarahan terselubung yang sangat banyak karena perdarahan yang terlihat hanya ringan tetapi darah yang terakumulasi didalam rongga perut sangat banyak, sehingga cepat terjadi shock. Selain itu apabila luka terbuka atau luka menembus usus maka bakteri usus akan mencemari rongga dan selaput pembungkus usus (peritoneum) sehingga menyebabkan peritonitis.

Tindakan P3K:

- Stabilisasi keadaan penderita

- Tidurkan penderita pada posisi setengah duduk

- Atasi bila terjadi shock

- Kalau ada beri obat penahan rasa sakit

- Bila luka terbuka, tutup dengan kasa steril atau pembalut cepat yang lebar

- Bila usus keluar, tutup dengan mangkok steri sebelum dibalut. Jangan sekalikali

memasukkannya ke rongga perut

- Balut dengan kain segitiga (Mitella)

- Tidak boleh diberi minum

b. Luka Gigitan Anjing Gila

Anjing gila bergerak tanpa tujuan dan tanpa arah sehingga sering menabrak dan menggigit sesuatu yang menghalanginya, tidak mengenal tuannya lagi, badan sedikit membungkuk dan ekor jatuh, lidah menjulur dan mengeluarkan lendir dan takut air. Penyakit gila anjing disebabkan virus Rabies, dan penularannya ke anjing atau mahkluk lain termasuk manusia adalah lewat ludah yang mengandung virus rabies masuk ke dalam darah lewat luka gigitan.

Tindakan P3K:

- Bersihkan luka dengan air dan sabun dibawah keran yang mengalir deras.

Virus akan larut pada sabun dan dibuang oleh air yang mengalir.

- Tutup luka dengan kain kasa steril dan balut

- Bawa segera ke rumah sakit

- Upayakan menangkap dan mengamati anjing tersebut selama 2 minggu

c. Luka Gigitan Ular Berbisa

Apabila kita masih sempat melihat ular yang menggigit tersebut, maka bisa kita ketahui apakah ular tersebut berbisa atau tidak. Ular berbisa umumnya kepalanya berbentuk segitiga, dan dari bekas gigitan gigi ular bisa dibedakan seperti gambar berikut:

Tindakan P3K:

Baringkan korban dengan bagian luka lebih rendah dari posisi jantung

1. Tenangkan penderita (kalau gelisah akan mempercepat aliran darah yang

membawa bisa ular ke organ lainnya)

2. Pasang Torniquet ½ ketat (denyut nadi dibawah luka masih teraba). Khusus

ular Kobra ikatan harus ketat

3. Bila gigitan terjadi tidak lewat dari 30 menit yang lalu, usahakan keluarkan

darah sekitar bekas taring dengan mengiris silang sepanjang 1, 5 cm. Diisap

dengan mulut asalkan tidak ada luka di mulut.

4. Upayakan menangkap ularnya

PEMBALUTAN

1. Ada beberapa macam JENIS PEMBALUT:

2. Beberapa Contoh PEMBALUTAN

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.